Minggu, 16 September 2012

Kisah Syahidnya Anas Bin Nadhar r.a

Anas bin Nadhar r.a adalah shahabat Nabi yang tidak ikut serta dalam perang Badar. Ia sering memarahi dirinya dan sangat menyesal karena tidak dapat mengikuti perang pertama dan yang sangat penting dalam sejarah islam itu. Untuk itu, ia pun sangat berharap dapat menembusnya di pertempuran selanjutnya.


Dan ternyata, kesempatan itu datang pada perang Uhud. Ia turut serta sebagai pejuang yang gagah berani. Pada mulanya kaum muslimin telah mendapatkan kemenangan dalam perang tersebut. Namun karena suatu kekhilafan, kaum muslimin menderita kekalahan pada akhir perang.

Kekhilafan itu adalah: beberapa orang sahabat yang ditugaskan untuk berjaga disuatu tempat tidak menjaga disiplin. Dalam pengarahanya sebelum perang dimulai beliau saw bersabda, “Kalian jangan meninggalkan tempat ini dalam keadaan bagaimanapun, karena musuh dapat menyerang dari sana.”

Pada permulaan perang kaum muslimin telah memperoleh kemenangan, dan kaum kafir melarikan diri. Melihat hal ini orang-orang yang telah ditunjuk oleh Nabi saw segera meninggalkan tempat tugas mereka. Mereka menyangka bahwa kaum muslimin telah menang dan perang telah usai, sehingga orang-orang kafir yang melarikan diri segera dikejar dan diambil harta rampasan perangnya. Sebenarnya pimpinan pasukan telah melarang dan mengingatkan agar tidak meninggalkan bukit. Ia berkata.” Jangan tinggalkan tempat ini, Rasulullah saw telah melarangnya.” Tetapi mereka menduga bahwa perintah Nabi hanya berlaku saat perang saja. Merekapun turun ke medan perang meninggalkan bukit.

Pada saat itulah pasukan kafir yang melarikan diri melihat bahwa tempat yang seharusnya dijaga oleh kaum muslimin telah kosong, maka mereka segera kembali dan menyerang kaum muslimin dari arah sana. Hal itu sama sekali tidak diduga oleh kaum muslimin, sehingga mereka kalah dan terjepit dalam kepungan kaum kafir dari dua arah. Keadaan menjadi kacau balau mereka berhamburan kesana kemari.

Anas ra. melihat sahabat Sa’ad bin Mu’adz ra. sedang berjalan. maka Anas ra. berkata,” Hai Sa’ad akan kemankah engkau? Demi Allah, aku mencium harum surga dari arah Uhud. Setelah berkata demikian, ia mengayunkan pedang di tanganya dan meyerbu ditengah kaum kafir, sambil bertekad tidak akan berhenti berperang sebelun Syahid. Dan ia pun syahid dimedan Uhud. Tubuhnya begitu banyak mengalami luka, bahkan hingga rusak. Kurang lebih terdapat delapan puluh luka akibat tebasan pedang dan panah ditubuhnya. Hanya saudara wanitanya yang dapat mengenalinya melalui ujung jemari tangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar